Alasan Gak Perlu Resepsi Mewah Demi Sebuah Pencitraan

Alasan Gak Perlu Resepsi Mewah Demi Sebuah Pencitraan

Udah ngebet banget nikah, tapi terhalang karena kendala ”modal yang belum cukup” kayaknya kita udah gak asing lagi dengan kondisi ini, menggelar pesta pernikahan yang ”wah” di Indonesia udah jadi suatu keharusan yang sudah turun temurun.

Alasan Gak Perlu Resepsi Mewah Demi Sebuah Pencitraan

Tapi masa iya, kita harus menunda sebuah ibadah hanya demi pencitraan? demi dipuji orang, atau demi mendapatkan pengakuan di lingkungan social, sepertinya kita harus kembali menelaah masalah ini.

Sadar gak sih, kalau kebanyakan orang yang menggelar resepsi pernikahan mewah itu, selalu digeluti dengan budget yang gak sedikit. Ya mending kalau keluarganya keturunan sultan, kalau kita datang dari keluarga yang biasa-biasa aja, kan gak lucu sehabis menikah malah punya beban hutang sana sini. Lagian, menikah kan tentang kualitas sebuah hubungan, bukan mewah apa enggaknya pagelaran resepsi.

Alasan Gak Perlu Resepsi Mewah Demi Sebuah Pencitraan

Alasan di bawah ini, mungkin bisa membuka matamu untuk tidak lagi memaksakan diri dan mulai merencanakan pernikahan lebih cepat.

Berifikir cerdas

”Kita nikah 4 tahun lagi ya, aku ngumpulin modal dulu” singkat cerita 4 tahun udah berlalu, kamu berhasil mengumpulkan 150 juta buat menggelar pernikahan mewah di gedung. Tapi, gak punya apa-apa setelahnya. Apa gak sayang keringet panas dingin kamu selama 4 tahun itu lenyap dalam 1 malam aja? uang segitu cukup lho buat beli rumah sederhana.

Peluang bagi orang ketiga lebih besar

Menunda terlalu lama, memberikan peluang yang lebih besar lagi bagi orang ketiga untuk masuk. Kamu tertatih mengusahakan uang buat beli souvenir, eh pacar kamu malah ngirim pesan teks ”putus” sekalian nyebar undangan sama calonnya.

Jangan dengarkan kata orang lain

Kamu udah gak seharusnya memusingkan apa kata orang, gak perlu takut dipergunjingkan karena tidak menggelar pesta wah, toh kalian yang menjalani. Atau kalau perlu, minta netizen untuk membiayai pernikahanmu.

Pintar manage dan menggunakan uang

Lebih baik uang yang sudah terkumpul dialokasikan untuk beli perabotan rumah yang diperlukan, pernikahanmu jangka panjang, dan kamu gak bisa pakai alat alat dapur yang di sediain salon pas acara nikahan. Beli dong.

Ketentuan Allah tidak selalu sesuai dengan rencana manusia

Manusia bisa berencana, tapi rencana Allah gak ada yang tahu. Kamu menargetkan menikah di usia 35 tahun, sedangkan pada usia 37 tahun kamu meninggal karena gak sanggup bayar cicilan bekas orkes dangdut. Akhirnya nikah cuma bisa dinikmati barang 2 tahun aja, jadi masih mau nunda nunda?

Terlalu lama pacaran akan mendekatkanmu pada perbuatan dosa

Lebih dari itu, terlalu lama pacaran, akan mendekatkanmu pada pintu perzinahan yang dibenci allah. Sekalipun kamu merasa ”pacaran sehat” nyatanya kalian bukan seonggok daging atau sekilo wortel yang bikin tubuh sehat, manusia ya manusia tetap punya nafsu dan hasrat yang tinggi. Justru aneh, kalau selama 6 tahun pacaran kalian sama sekali tidak pernah memikirkan satu sama lain, dusta.

Kalau kamu udah ngerasa siap menikah dan udah punya calonnya pula, jangan dinanti nanti deh, nanti ketikung sahabat sendiri deh. Menikah itu ibadah, gak mungkin karena melakukan ibadah hidup kita akan susah, tapi harus dibarengi dengan ikhtiar juga ya. Dan yang belum ketemu jodohnya, mungkin ini saat saat yang tepat buat program ”memantaskan diri” dan semoga allah pertemukan dengan seseorang yang baik di waktu yang tepat.

www.actsoregon.org | Alasan Gak Perlu Resepsi Mewah Demi Sebuah Pencitraan