Cara Mengolah Kumis Kucing Untuk Obat Hepatitis B

Indonesia memang kaya akan tumbuhan dan rempah rempah istimewa. Selain memperindah alam ini, tumbuhan ini pun kerap kali digunakan sebagai bahan pengobatan tradisional untuk banyak jenis penyakit, sebut saja : kunyit, jahe, lemon, kayu manis, dan masih banyak lainnya.

Tapi, apa kamu pernah mendengar atau melihat tanaman kumis kucing? bukan kumisnya kucing ya, ini adalah tanaman yang bentuknya menyerupai bulu kucing berwarna putih, kumis kucing ini memiliki nama latin, Orthosiphon aristatus,

Yang kebanyakan tumbuh di kawasan negara Asia Tenggara, seperti : Indonesia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Karena bentuknya yang hampir menyerupai helai kumis kucing, tanaman ini juga sering disapa cat whiskers atau java plant. Lucu ya? Selain memiliki bentuk yang unik dan menggemaskan, tanaman kumis kucing ini memiliki banyak manfaat untuk kondisi kesehatan tertentu, salah satunya kumis kucing sering dijadikan obat tradisional Hepatitis B.

Manfaat pengobatan hepatitis dengan ramuan herbal, dan khasiat kumis kucing untuk hepatitis B, itu apa?

Belakangan ini kepercayaan masyarakat pada pengobatan herbal lebih tinggi dibanding cara pengobatan lainnya. Bukan tanpa alasan, ini karena hasil dari pengobatan herbal itu sendiri memiliki banyak manfaat dan timbal baik bagi tubuh. Ya selain untuk menghemat budget juga, pengobatan alami tidak memiliki efek samping yang tak perlu di takutnya, karena itulah penikmatnya banyak.

Mendapati sakit hepatitis pasti bukan hal yang mudah, karena si penderita akan di sodorkan berbagai jenis pengobatan yang musti dilalui. Jika berbagai pengobatan masih sulit untuk Mengubah Hasil HbsAg Positif Menjadi Negatif, mengapa tidak mencoba ramuan kumis kucing ini? Alasannya sudah jelas, karena obat alami memiliki hasil yang lebih efektif serta mengobati secara tuntas sampai ke akar-akarnya.

Apa khasiat kumis kucing? Kumis kucing mengandung ekstrak alcoholic yang mana dapat membantu melindungi sel sel hati yang terkena hepatitias, tak hanya itu kumis kucing juga bersifat anti jamur dan anti radang, yang dapat menurunkan resiko peneybaran bakteri dan virus serta mencegah peradangan. Waduh, sangat menakjubkan sekali bukan? Nah, lalu bagaimana cara mengolah kumis kucing ini sebagai pengobatan? apa di makan mentah mentah begitu saja?

Cara Mengolah Kumis Kucing Untuk Obat Hepatitis B

Kumis kucing sudah lama eksis di dunia pengobatan herbal, bahkan beberapa negara telah meracik tanaman herbal ini ke dalam kemasan yang lebih praktis, sehingga memudahkan pengobatan. Beberapa olahan diantaranya yakni : serbuk minuman herbal, teh celup, tablet, dan kapsul. Yap bahkan kumis kucing ini sering dibikin nge-teh makanya di beberapa negara mereka menamaina Jva-tea. Kalau di Indonesia sudah ada belum ya?

Daripada pusing pusing mencari olahannya, kamu bisa memanfaatkan tumbuhan alaminya lalu diolah sendiri di rumah, hasilnya pun tidak kalah menakjubkan, bahkan mungkin akan lebih baik. Mengapa? sebab kandungan alaminya belum tercampur zat lain. Nah berikut cara mengolah kumis kucing buatan sendiri di rumah :

  • Yang pertama, pastinya siapkan beberapa batang tanaman kumis kucing
  • Cuci bersih lalu potong kecil kecil
  • Setelah itu masukan ke dalam panci yang berisi 3 gelas air
  • Didihkan dalam suhu yang cukup, tunggu hingga bersisa 1 gelas
  • Diamkan ramuan hingga hangat hangat kuku lalu saring airnya
  • Dan ramuan tanaman kumis kucing ini siap disantap, minum 2-3 kali sehari secara rutin, sampai kondisi hepatitis anda membaik.